~~~Akhlak Seperti Taman Indah~~~

Dicatat oleh niza22

AKHLAK adalah perkara penting selepas iman. Setiap orang akan 

dinilai berdasarkan budi pekertinya (akhlak). Jika baik akhlaknya, 
maka dia akan dianggap baik. Jika buruk akhlaknya meskipun ada 
melakukan kebajikan, tetap tidak akan dinilai. Oleh itu,orang yang
mempunyai akhlak mulia akan dipandang mulia di sisi Allah. 

Akhlak yang baik hendaklah dipupuk dan dipelihara hingga sebati 
dengan diri kita. Hal ini bagi membolehkan kita mengamalkannya 
dalam kehidupan seharian.Dalam kehidupan manusia, akhlak dapat
diibaratkan seperti bunga dalam sebuah taman. Bagaimana luas dan 
indahnya sebuah taman kalau tidak dihiasi dengan bunga-bungaan, 
maka taman itu tidak jauh bezanya dengan tanah perkuburan. 

Seseorang yang mempunyai badan sihat, gagah, tampan, menarik, 
berilmu, kaya atau berpangkat, kalau mempunyai akhlak buruk dan 
perangai jahat, tidak ubah seperti muka yang cantik, akan tetapi 
mempunyai kesan guris luka berpanjangan. Akhlak mulia hina lahir
daripada jiwa atau hati. Jiwa seseorang itu saja yang akan menjadi
pendorong menggerakkan perbuatan yang baik atau tercela, dan 
keperibadian  yang  disulami dengan  keimanan  dan  akhlak akan 
menerbitkan pekerti mulia.

Allah SWT berfirman, 
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia 
(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi 
dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-
orang yang sombong lagi membanggakan diri.” 
(QS. Luqman:18) -- 

Wahai Hati

Dicatat oleh niza22

Wahai Hati  Dirimu telah dianugerahi... 
Dirimu juga telah di uji... 
Maka segala yang datang dan pergi itu meskipun boleh kau tangisi... 
tetapi hidup ini tidak akan terhenti pada detik hati kita kecewa meratapi... 
Hidup ini tidak akan terhenti hanya kerana kita kehilangan yang disayangi...  

Maka telanilah semuanya dengan rela hati... 
Pasti kau akan merasai betapa di sebalik semua itu, terselit kasih dan rahmat Ilahi...  
Hanya engkau yang perlu mensyukuri... barulah kau mampu merasai... 
Kita telah banyak terdidik dengan kehilangan... Kehilangan orang yang kita sayang... 
Semua yang kita sayang pergi... Arwah atok, arwah nenek, arwah mak cik, arwah kawan2... 
Walaupun kita dan mereka x serapat seperti kita dgn ahli keluarga...
namun kehilangan mereka tetap dirasai kesedihannya...  

Namun Alhamdulillah... kerana semua itu telah mampu mendidik rohani kita...
untuk mengawal batas cinta antara sesama manusia... 
Mengasihi ayah ibu, saudara-mara, sahabat handai, kekasih... 
Semuanya harus mempunyai batasan agar tidak melebihi cinta kpd Allah dan agama...  

Kehilangan dalam hidup ini merupakan suatu ujian praktikal bahawa tiada yang abadi satu pun di dunia ini sama ada yang kita sayangi ataupun yang menyayangi kita... Semuanya akan pergi... 
Kerana lazimnya kehidupan akan berakhir dengan kematian... 

Pertemuan akan berakhir dengan perpisahan... Setiap permulaan pasti ada akhirnya...  
Ya Allah... aku benar-benar telah di uji oleh Mu.. 
Apakah aku benar-benar mampu melaluinya tanpa cinta manusia terhadapku, tanpa cinta orang yang aku cintai? Hambamu ini sedar Ya Allah... Engkau benar-benar mahu menguji hatiku... 
Tidak akan ku tahu betapa lemahnya cintaku kepadaMu sekiranya aku tidak di uji begini...  
Tidak akan ku tahu betapa aku lebih cintakan dunia daripada cinta kepadaMu sekiranya Engkau tidak membawa Siti Bidadari pergi dari hidup dan mataku... Tidak akan ku sedar hakikat diri ini yang sebenarnya Ya Allah...  

Ya Allah... Dalam hidup ini terlalu besar dosaku kepadaMu... Terlalu banyak maksiatku kepadaMu... 
Sedangkan taubat yang ku pohon kepadaMu sering ku mungkiri lewat hati tergores... 
Selalu ku mungkirinya Ya Allah... meskipun sewaktu memohon taubatku itu daku merayu kapadaMu... 
daku menangis menyesali dosaku... tetap juga aku mengulanginya... Hinanya diriku Ya Allah...  

Namun dalam hidup ini... dengan kelemahan dan kehinaan diriku itulah daku tetap memerlukan bantuanMu... untuk teruskan semuanya... kerana ada di antara yang berat yang Engkau timpakan padaku itu tidak mampu untuk ku gagahi dgn secebis kekuatan yang ada padaku...  Terlalu banyak kejadian di dalam hidup ini...
tidak mampu ku gagahinya Ya Allah... Terlalu banyak Ya Allah... 

Lindungilah diriku... Lindungilah hatiku... Lindungilah imanku Ya Allah... Muliakanlah temanku... 
Berikan dia ketenangan dan kebahagiaan... Meski telah hancur hatiku ini kerananya... tetapi semua itu datang daripadaMu Ya Allah... Semuanya datang daripadaMu...  Jadikanlah teman ku itu di kalangan orang yang berbakti kepadaMu, kpd agamaMu... Syukurku di atas pertemuan ini... 

Terima kasih kerana memberikan daku derita ini agar aku lebih menyedari betapa jauhnya telah ku bawa hatiku daripadaMu...  Dan dari rebah cinta ini, Engkau telah memberikan daku satu nikmat yang lebih besar drp nikmat cinta itu sendiri... Terasa betapa Engkau benar-benar hadir di sisiku... Hadir bersamaku... Dekat dgnku... Engkau berikan daku rasa itu buat kali pertamanya dan Engkau telah mengambilnya kembali...  Sesungguhnya Engkau mahu memberitahuku betapa nikmat kembali kepaaMu lebih besar dari nikmat hidup dgn insan yang dicintai...

Daku telah merasakan kerana Engkau sebenarnya mahu mentarbiyyah diriku agar akhirnya aku merasai nikmat atas semua ujian yang telah kulalui...  Terima kasih wahai Tuhanku... Terima kasih Ya Allah Ya Muhaimin... Terima kasih kerana melindungi diriku dan terus mendidikku agar selalu memohon dan merayu kpdMu... Terima kasih kerana Engkau masih melindungi sekeping hatiku yang kotor ini... Kurniakan daku rasa gentar setiap kali mengingatiMu... Hadirkan cinta kepadaMu di hatiku... dan berilah daku kekuatan mengharungi semua ini...  Amin Ya Rabbal a'lamin...

Bergantung, hanya kepada Allah

Dicatat oleh niza22

“Ya Allah peliharalah aku dengan Islam ketika aku berdiri. Peliharalah aku dengan Islam ketika aku duduk. Peliharalah aku dengan Islam ketika aku terbaring. Jangan gembirakan orang yang memusuhiku dan yang menyimpan dengki kepadaku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu semua kebaikan yang ada di Tangan-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari seluruh simpanan kejahatan yang ada di Tangan-Mu.” (HR. Al Hakim dalam Mustadrak, 1/525)

Ini adalah doa yang diucapkan oleh amirul mukminin, Umar bin Khattab ra. Kelihatannya sederhana. Meminta perlindungan Allah swt dari segala sisi. Memohon semua kebaikan dan menolak kejahatan. Tapi, curahan kata-kata itu begitu mencakup seluruh bentuk tameng perlindungan yang harus dipintakan seorang hamba kepada Allah swt.

Tapi pernahkah kita merasakan begitu sulitnya merangkai kata-kata dan kalimat dalam sebuah do’a kepada pemilik sifat Ash Shamad, Tempat Meminta. Pernahkah kita merasakan kesulitan merangkum permohonan dan menumpahkannya dalam do’a kepada Yang Maha Kaya. Bukan karena kita yang tidak pandai menyusun kata, karena do’a memang tidak harus dibumbui dengan kata-kata puitis yang justru semakin sulit dipahami. Masalahnya, lidah terasa kelu untuk meminta, dan jiwa sulit sekali dipertemukan dengan bait-bait kata yang menyimpan permohonan sangat dan menyeluruh kepada Allah swt, Yang Maha Kuasa atas segalanya.

Saudaraku,
Tahukah apa rahasia di balik keindahan do’a dan kesempurnaan munajat yang diucapkan oleh orang-orang shalih? Sesungguhnya untaian kata dalam do’a adalah ekspresi dari kedalaman perasaan mereka terhadap apa mereka pintakan kepada Allah swt. Rasa begitu bergantung dan bersandar pada ke Maha Kuasa dan Maha Besaran Allah swt sehingga menjadikan mereka bertenaga dalam mengungkapkan harapannya kepada Allah swt sebagai satu-satunya tempat untuk meminta.

Begitula, untaian kata dan hubungannya dengan letupan serta gelora yang ada dalam jiwa. Rasulullah saw dan para sahabatnya, yang memiliki tingkat ketaqwaan dan ketawakalan sangat tinggi kepada Allah swt, begitu indah mengungkapkan kata demi kata yang mencakup harapannya kepada Allah swt. Para hamba-hamba Allah swt yang shalih itu, mempunyai keyakinan dan iman yang menyala-nyala dalam batinnya, hingga mereka begitu nikmat mengeluarkan rangkaian kata untuk memohon kepada Allah swt secara menyeluruh. Mereka begitu memiliki kedekatan yang intim kepada Allah swt dalam sehari-harinya, lalu mereka begitu mudah berinteraksi, berbicara, berdialog, meminta, memohon, bermunajat, berkeluh kesah, bercerita kepada-Nya.

Saudaraku,
Mari perhatikan lagi, bagaimana bunyi salah satu do’a yang dipanjatkan Rasulullah saw seperti disampaikan oleh Abdullah bin Umar ra. Ia mengatakan bahwa Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan untaian do’a ini ketika pagi dan petang: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan kesalamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah tutuplah auratku. Lindungilah ketakutanku. Ya Allah peliharalah aku dari hadapanku, dari belakangku, dari sisi kananku, dari sisi kiriku, dari atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu diserang dari bawahku.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Saudaraku,
Seperti itulah permohonan yang dipanjatkan oleh Rasulullah saw. Mohon agar perlindungan Allah swt selalu menyertainya dari semua sudut, dari semua sisi, tanpa celah dan lubang yang tersisa, dan di setiap waktu. Meminta agar Allah swt tidak pernah membiarkannya menjadi incaran dan korban semua kejahatan dari makhluk-makhluk-Nya. Sungguh-sungguh memanjatkan harapan agar Allah swt menyelamatkan agama, dunia dan akhiratnya, menutupi kekurangannya, membentengi ketakutannya.

Pernahkah kita begitu bergantung kepada Allah swt hingga memanjatkan do’a yang sangat menyeluruh seperti ini? Muatan sebuah do’a benar-benar merupakan pantulan dari ketergantungan seseorang yang begitu tinggi kepada Allah swt. Dan seperti itulah jiwa Rasulullah saw, para sahabatnya juga orang-orang shalih. Hingga ketergantungan yang demikian besar itu, seorang shalih dahulu, pernah menuliskan surat kepada saudaranya begitu singkat. Katanya, “Wa ba’du. Jika Allah swt bersamamu, siapa lagi yang engkau takuti ?? tapi jika Allah swt meninggalkanmu, kepada siapa engkau meminta?? Wassalam.”

Merenunglah disini,
Tentang ketergantungan kita kepada Yang Maha Kuat. Tentang nyala keimanan dan keyakinan kita kepada Penguasa Kehidupan. Tentang kedekatan dan keintiman kita kepada Pencipta Kehidupan…

Semakin kita memiliki anasir ketergantungan yang kuat kepada Allah swt seperti itu, kita akan lebih mudah mengucapkan untaian kata permohonan kepada Allah swt. Dan lidah kita, semoga tidak lagi begitu kelu mengutarakan munajat kepada Allah swt. Kita semakin merasakan kenikmatan saat meminta dan bersandar kepada Al Qadir, Yang Maha Kuasa….

Saudaraku,
Soal penanaman nilai ketergantungan kepada Allah swt, dilakukan oleh Rasulullah saw kepada sahabatnya dengan begitu kuat. Diriwayatkan, Rasulullah saw pernah memba’iat para sahabatnya untuk tidak meminta kepada sesama manusia untuk keperluan apapun. Mereka yang dibai’at ketika itu adalah Abu Bakar Shiddiq, Abu Dzar, Tsuban, dan beberapa orang lainnya, radiallahu anhum. Disebutkan dalam shirah, orang-orang yang dibai’at Rasulullah itu kemudian tidak pernah meminta tolong kepada orang lain. Jika tali kekang atau kendali untanya jatuh, ia akan turun dan mengambilnya sendiri dan tidak meminta tolong orang lain untuk mengambilkannya. (HR. Muslim)

Itulah tawakal,
Ketergantungan yang menjadikan seseorang itu tahu bahwa dirinya hanya bersandar dan berharap kepada-Nya. Lalu secara otomatik sangat memelihara diri dari penyimpangan yang dapat menjadi tanda keterlepasannya dari ketergantungannya kepada Allah swt. Dan Allah swt pasti menjaga hamba-hamba-Nya yang sangat bergantung kepada-Nya.¬_

Allah Subhanahu wa Ta’ala

Dicatat oleh niza22

Mendengar nama Allah Subhanahu wa Ta’ala disebut, membuat hati bergetar
Karena itulah nama yang dicinta
Karena Ar Rahman, aku yang semula tiada, menjadi ada
Karena Ar Rahiim, yang memberikan aku pendengaran, penglihatan dan hati
Al Malik sangat baik padaku
Memberi meski belum kuminta
Al Quddus memberi aku makan dan minum
As Salam, Al Mu’min, memberikan aku kehidupan
Waktu shalat adalah yang paling dinanti
Saat itulah aku bisa bertemu dengan Al Muhaimin
Bagian dari rasa syukurku pada Al Aziz
Al Jabbar yang menguasai kerajaan langit dan bumi
Aku menyedihkan hatiku bila bermaksiat pada Al Mutakabbir
Aku senang bila aku ada dalam ketaatan pada Al Khaliq
Lisan ingin selalu menyebut nama Al Bari’
Hati selalu merindukan Al Musawwir, bilakah bertemu ?
Tangan ingin bergerak sesuai kehendak Al Ghafar
Kaki ingin melangkah menuju tempat yang diridhai Al Qahhar
Mata ingin melihat apa yang dihalalkan Al Wahhab
Wahai Ar Razzaq, Al Fattah, Al ’Aliim….
Al Qabid, Al Basith, cinta yang kekal sepanjang masa
Namun cinta pada Al Khafid penuh ujian
Karena Ar Rafi’ berfirman, ”Apakah kamu mengira, kamu akan dibiarkan saja mengatakan ’Kami beriman’, sedang kamu tidak diuji lagi ?”
Al Muzillu menjanjikan hari perjumpaan
Hari disingkapnya segala isi hati dan amalan di hadapan As Sami’
Al Basir akan bangkitkanku dari kubur
Pada hari itu kesedihan dunia berlalu, di bawah naungan Al Hakam
Al ’Adl sering memberi mimpi hikmah padaku
Al Latif memberikan hidayah dengan ragam cara
Tidak ada yang lepas dari pengawasan Al Khabir
Maka kudidik hati agar ikhlas hanya untuk Al Haliim
Begitu banyak hamba yang mencintai Al Azim, Al Ghafur
Mujahidin yang senantiasa bertasbih kepada Asy Syakur
Lantas dimanakah kedudukanku di hadapan Al ‘Aliyy
Akankah Al Kabiir ingat kepadaku di hari pertemuan nanti ?
Ingin menatap wajah Al Hafiz…
Al Muqitu ada di atas Arsy
Yang Arsy Al Hasib dibawa oleh para malaikat yang mulia lagi berbakti
Senantiasa Al Jaliil ada dalam kesibukan
Menatap langit malam ciptaan Al Karim, sungguh indah
Ar Raqib mencintai keindahan
Ayat-ayat kauniyah dan kauliyah Al Mujibu indah dan menakjubkan
Al Wasi’u tidak pernah menganiaya hamba-hambanya.
Al Hakim memberi episode kehidupan kepadaku
Al Wadudu ada kalanya memberi kemudahan atau kesulitan
Tetapi firman Al Majid, “Sesudah kesulitan ada kemudahan.”
Al Basi’ selalu bersama hambanya di dunia dan di akhirat
Ketika aku mencintai Asy Syahid,
Maka aku pun akan mencintai hamba-hamba Al Haqq yang lain
Aku akan mengulurkan tangan pada manusia ciptaan Al Wakiil
Demikianlah Al Qawiyy mengajarkan tentang cinta yang sesungguhnya

Betapa agungnya syafaat al quran , jom kita amalkan

Dicatat oleh niza22


Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.(surah al an'am ayat 162)
 Di dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda yang bermaksud:

"Pada hari Kiamat nanti, di hadapan Allah swt tidak akan ada syafaat yang mempunyai taraf yang lebih tinggi daripada Al-Quran, bukan Nabi, bukan malaikat dan sebagainya".

Melalui hadis di atas kita dapat mengetahui bahawa Al-Quran adalah pemberi syafaat yang mana syafaatnya akan diterima oleh Allah.

Terdapat satu riwayat menyatakan bahawa, "Apabila seseorang itu meninggal dunia dan keluarganya sibuk melakukan upacara pengebumian, seorang yang kacak akan berdiri di bahagian kepalanya. Apabila mayat itu di kafankan, orang itu akan datang mendiami antara dadanya dan kain kafan itu. Bila selesai dikebumikan, orang ramai akan pulang ke rumah dan datanglah dua malaikat, Munkar dan Nakir cuba untuk memisahkan orang yang kacak itu supaya mereka dapat membuat pertanyaan mengenai iman orang yang meninggal dunia itu tanpa sebarang gangguan. Tetapi orang yang kacak itu akan berkata, " Dia adalah kawanku. Aku tidak akan meninggalkannya berseorangan walau dalam keadaan apa sekalipun. Jalankanlah tugas kamu tetapi aku tidak akan meninggalkannya sehigga aku membawanya masuk ke syurga!" Selepas itu dia berpaling ke arah mayat sahabatnya dan berkata, "Akulah Al-Quran yang mana engkau telah membacanya kadang kala dengan suara yang perlahan dan kadang kala dengan suara yang kuat. Janganlah engkau bimbang. Selepas pertanyaan Munkar dan Nakir ini , engkau tidak akan berasa dukacita lagi." Bila pertanyaan selesai, orang yang kacak itu akan mengadakan untuknya satu hamparan sutera yang penuh dengan kasturi dan malaikat-malaikat dari syurga.
sabdanya lagi 
syafaat al quran adalah orang tengah dan apa yg datang dari orang yang mempercayai, dan barangsiapa yang menjadikannya didepan, maka ia akan membawa kepada syurga, dan barangsiapa yang menjadikannya dibelakang, maka ia akan membawa ke neraka" 
sabdanya lagi
apabila seseorang itu mati , maka terputuslah segala amalannya didunia ini kecuali 3 perkara iaitu sedekah jariah (wakaf) atau ilmu yang boleh dimanfaatkan dengannya dan anak yang soleh yang mendoakan kedua ibubapanya  
 


Keterangan hadis ini menunjukkan bahawa al-Quran mempunyai fadilat yang amat besar sekali sebagai jaminan serta pelindung bagi mereka yang mengamalkan segala kandungannya dan  memperbanyakkan pula dengan mewakafkan atau bersedekah dengan kitab suci al quran itu sendiri.

Alangkah indahnya dan bahagianya sekiranya orang itu adalah kita. Kita tahu betapa tingginya syafaat Al-Quran, tetapi dengan mengetahuinya sahaja tanpa berusaha untuk mendekati dan merebut syafaat itu kita adalah orang-orang yang rugi. Cuba kita renungkan sejenak pada diri kita sendiri. Ajal dan maut adalah ketentuan Allah. Bila ia telah datang , kita pasti tidak akan mampu untuk memperlambat atau mempercepatkannya walaupun untuk tempoh sesaat walau sekalipun kita berada dalam benteng yang amat teguh,kematian itu pasti akan tiba . Dan apabila kita berada di alam kubur siapakah lagi yang akan menemani kita , adakah keluarga kita ? kawan kawan kita ? isteri kita ? anak anak kita ? adakah mereka mereka ini yang akan membantu kita ? yang nyatanya  amalan-amalan baik kita sahaja sewaktu di dunia ini yang akan menemani kita dan membantu kita . sesungguhnya Allah telah menjanjikan Al-Quran sebagai pemberi syafaat terulung dan janji Allah itu adalah benar. oleh kita marilah kita bersama sama agar sentiasa mendekati Al-Quran dan kita jadikan ia sebagai teman kita di dunia ini  dan kita meng edarkan pula kepada masyarakat umumnya  secara mewakafkan atau kita bersedekahkan dengan al quran itu sendiri kepada mereka , kepada kawan kawan kita , atau masjid masjid umpamanya atau saudara saudara islam kita yang lain..kerana al quran itulah yang akan menjadi pendamping yang amat setia dalam usaha yang kita amal kan bukan sahaja di alam kubur malah di akhirat nanti.

AIR SEMBAHYANG & PENJELASANYA...

Dicatat oleh niza22

1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah,ampunilah dosa mulut dan lidahku ini".
Penjelasan nombor 1 : Kita hari-hari bercakap benda-benda yang tak berfaedah.


2. Ketika membasuh muka,berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, putihkanlah muka ku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini".
Penjelasan nombor 2 : Ahli syurga mukanya putih berseri-seri.

3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, berikanlah hisab-hisab ku ditangan kanan ku ini".
Penjelasan nombor 3 : Ahli syurga diberikanhisab-hisabnya di tangan kanan .

4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, janganlah Kau berikan hisab- hisab ku di tangan kiri ku ini".
Penjelasan nombor 4 : Ahli neraka diberikan hisab-hisabnya di tangan kiri .

5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, lindunganlah daku dari terik matahari di padang Masyar dengan Arasy Mu".
Penjelasan nombor 5 : Panas di Padang Masyar macam matahari sejengkal di atas kepala.

6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, ampunilah dosa telinga ku ini"
Penjelasan nombor 6 : Hari-hari mendengar orang mengumpat, memfitnah dll.

7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan."Ya Allah, permudahkanlah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim".
Penjelasan nombor 7 : Ahli syurga melintasi titian dengan pantas sekali..

8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu dengan,"Ya, Allah, bawakanlah daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempat maksiat"
Penjelasan nombor 8 : Qada' dan Qadar kita di tangan Allah.

Ramai di antara kita yang tidak sedar akan hakikat bahawa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmah nya yang tersendiri.

Pernah kita terfikir mengapa kita mengambil wuduk sedemikian rupa?
Pernah kita terfikir segala hikmah yang kita perolehi dalam menghayati Islam?

Pernah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam?

Bersyukurlah dan bertaubat selalu.. Hantar e-mail ini kepada rakan-rakan yang lain. Ikhlas kerana Allah..

Wasallam

Kekuatan Manusia Pada Al-Quran

Dicatat oleh niza22

Dr. Tariq al-Swaidan dalam penelitiannya mendapati beberapa perkara yang disebut dalam al-Quran mempunyai persamaan dengan lawannya. Perkataan lelaki disebut sebanyak 24 kali dalam surah-surah tertentu. Disebut juga sebanyak 24 kali perkataan wanita dalam keseluruhan al-Quran. Seterusnya dalam penelitian beliau, perkara lain juga didapati berjumlah yang sama. Perkataan Dunia disebut sebanyak 115 kali dan Akhirat juga 115 kali; perkataan Malaikat 88 kali manakala Syaitan juga 88 kali; Hidup 145 kali manakala Mati 145 kali; Zakat 32 kali, Barakah juga 32; Berfikir 49, Nur 49, dan Penderitaan 114, "Kesabaran" juga 114 kali.

Apakah semua ini kebetulan?

Lebih menakjubkan perkataan solat muncul sebanyak lima kali, hari bulan sebanyak 12 kali dan hari terdapat sebanyak 365 kali. Penemuan ini telah disebarkan melalui internet secara meluas untuk dikongsi manfaatnya oleh seluruh manusia.

Orang yang mempunyai akal yang sihat akan mengatakan, Tidak mungkin suatu itu berlaku secara kebetulan bahkan ada perancangan yang jitu daripada yang menjadikan alam ini. Akal yang tajam akan mengakui kewujudan Tuhan yang Maha Berkuasa dalam menetapkan semua itu.

Tidak mungkin Rasulullah s.a.w. melakukan sendiri tanpa bimbingan penuh atau wahyu yang diturunkan. Sememangnya semua perkara itu berada dalam perancangan dan pengetahuan Allah. Dia menurunkannya kepada manusia pilihan-Nya?

Di sinilah kekurangan kita, banyak membaca al-Quran tanpa mengetahui maknanya. Kalaupun kita mengetahui maknanya tetapi tidak mengetahui tafsirannya. Tetapi kalau kita mengetahui tafsirannya, kita tidak mengetahui rahsianya. Rahsia al-Quran keseluruhannya sudah tentu hanya ada di sisi Allah S.W.T. Namun manusia perlu terus berusaha memahami rahsia-rahsia ini setakat yang terdaya. Sebenarnya nilai iman dapat ditingkatkan jika rahsia demi rahsia itu dapat diungkai selari dengan bertambahnya usia manusia. Bukan sahaja nilai iman mereka yang beragama Islam, malah mereka yang ingkar selama ini, tidak mustahil akan menerima nur hidayah.

Allah berfirman :

"Wahai manusia, sungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhan-mu (Nabi Muhammad dan mukjizatnya) ; dan Kami telah menurunkan kepadamu satu cahaya (al-Quran) yang terang benderang." (An-Nisaa, 174)

Pada suatu masa Rasulullah s.a.w. ditanya, "Apakah Nur itu?" Baginda menjawab, " Apabila Nur itu memasuki hati maka lega dan lapanglah hati itu."

Kemudian ditanya lagi, Bagaimanakah tandanya? Sabda baginda, " Hati itu tidak lupakan tempat kembalinya ke Darul Khuld (negeri Akhirat yang kekal). Dia tidaklah bermasyghul (sibukkan) dengan keduniaan kerana dunia ini merupakan tempat perayaan (dan percubaan). Hati itu selalu mengingati kematian sebelum tibanya kematian itu."

Abdullah bin Masud berkata, "Ilmu itu diperoleh bukanlah kerana semata-mata banyak riwayat (sumber biasa), tetapi diperoleh dengan nur yang dicampakkan oleh Allah ke dalam hati seseorang."

Sudah tentu untuk mendapat nur itu, hati perlu didekatkan selalu kepada Tuhan. Al Quran merupaka penghubungnya. Dizaman keagungan Islam dahulu para bijak pandai dari Greek pergi belajar ke Baghdad, banyak ilmu telah diterjemahkan kedalam Bahasa Latin. Pada zaman selepas kegemilngan Islam, para cendiakawan dari Eropah telah mempelajari ilmu dari Greek dan dibawa pulang ke Eropah dengan katanya ilmu itu diterjemah dari Bahasa Latin. Oleh itu wahai penghuni global ketahuilah oleh kamu bahawa segala ilmu yang ada didunia ini adalah berasal dari al-Quran.

NILAI SOLAT KITA

Dicatat oleh niza22

Mengapa Ibadah Sembahyang Tidak Membangunkan Insan
 
Tiada agenda yang lebih besar daripada agenda mengingati Allah
Peringkat-peringkat sembahyang, nilaikan dimana tahap sembahyang kita. Dalam era membaiki diri ini, kita cuba check sembahyang kita, nanti akan terjawab kenapa kita tidak dibantu, dan ini juga gambaran secara keseluruhannya, mengapa umat islam terbiar dan tiada pembela dan umat  islam kini tidak lagi menjadi umat yang agung seperti dulu.
Golongan 1.
Kita boleh lihat hari ini sudah ramai umat islam yang tak sembahyang, bahkan ramai juga yang tak tahu nak sembahyang, mereka telah jatuh kafir. Imam Malik kata jatuh kafir kalau tak sembahyang tanpa sebab. Imam Syafie kata jatuh fasik kalau ia masih yakin sembahyang itu fardu.
Golongan 2.
Orang yang mengerjakan sembahyang secara zahir sahaja, bacaan pun masih tak betul, taklid buta, main ikut-ikut orang sahaja. Tidak mempelajari cara-cara untuk solat secara rasmi atau tidak. Ilmu tentang sembahyang tiada. Golongan ini tertolak bahkan berdosa besar dan hidup dalam keadaaan derhaka kepada Allah Taala.
Golongan 3.
Orang yang mengerjakan sembahyang, bahkan tahu ilmu mengenai sembahyang, tetapi tak boleh lawan nafsu terhadap tarikan dunia yang kuat. Jadi mereka ini sekejap sembahyang, sekejap tidak. Kalau ada masa dan mood baik ia sembahyang, kalau sibuk dan terkocoh kacah, ada program kenduri, pesta ria, berziarah, bermusafir, letih dan penat, maka ia tak sembahyang.Orang ini jatuh fasik.
Golongan 4.
Orang yang sembahyang, kalaupun ilmunya tepat, fasih bacaannya, tetapi tak khusyuk kalau diperiksa satu persatu bacaannya, lafaznya banyak yang dia tak faham, fikirannya tak terpusat atau tak tertumpu sepenuhnya pada sembahyang yang dilaksanakannya itu disebabkan tak faham apa yang dia baca. Cuma main hafal saja. Jadi fikirannya terus tertumpu pada dunia dan alam sekelilingnya. Fikirannya mengembara dalam sembahyang,orang ini lalai dalam sembahyang. Neraka wail bagi orang ini.
Golongan 5.
Golongan yang mengerjakan sembahyang cukup lima waktu, tepat ilmunya, faham setiap bacaan sembahyang, fatihahnya, doa iftitahnya, tahiyyatnya, tapi tak dihayati dalam sembahyang itu. Fikirannya masih melayang mengingatkan perkara dunia, dek kerana faham saja tetapi tidak dihayati. Golongan ini dikategorikan sebagai sembahyang awamul muslimin.
Golongan 6
Golongan ini baik sedikit dari golongan yang ke lima tadi, tetapi main tarik tali didalam sembahyangnya, sekali sekala khusyuk, sekali sekala lalai pula. Bila teringat sesuatu didalam sembahyangnya, teruslah terbawa bawa, berkhayal dan seterusnya. Bila teringat Allah secara tiba tiba maka insaf dan sedarlah semula, cuba dibawa hatinya serta fikirannya untuk menghayati setiap kalimat dan bacaan didalam sembahyangnya. Begitulah sehingga selesai sembahyangnya. Ia merintih dan tak mahu jadi begitu, tapi terjadi jua. Golongan ini adalah golongan yang lemah jiwa. Nafsunya bertahap mulhamah (ertinya menyesal akan kelalaiannya dan cuba baiki semula, tapi masih tak terdaya kerana tiada kekuatan jiwa). Golongan ini terserah kepada Allah.Yang sedar dan khusyuk itu mudah mudahan diterima oleh Allah, mana yang lalai itu moga moga Allah ampunkan dosanya, namun tiada pahala nilai sembahyang itu. Ertinya sembahyangnya tiada memberi kesan apa apa.
Golongan 7.
Golongan yang mengerjakan sembahyangyang tepat ilmunya, faham secara langsung bacaan dan setiap lafaz didalam sembahyangnya. Hati dan fikirannya tidak terbawa-bawa dengan keadaan sekelilingnya sehingga pekerjaan atau apa pun yang dilakukan atau yang difikirkan diluar sembahyang itu tidak mempengaruhi sembahyangnya. Walaupun ia memiliki harta dunia, menjalankan kewajiban dan tugas keduniaan seperti perniagaan dan sebagainya namun tidak mempengaruhi sembahyangnya. Hatinya masih dapat memuja Allah didalam sembahyangnya. Golongan ini disebut orang-orang soleh / golongan abrar / ashabul yamin.
Golongan 8.
Golongan ini seperti juga golongan tujuh tetapi ia mempunyai kelebihan sedikit iaitu bukan saja faham, dan tak mengingati dunia didalam sembahyangnya, malahan dia dapt menghayati setiap makna bacaan sembahyangnya itu, pada setiap kalimah bacaan fatihahnya, doa iftitahnya, tahiyyatnya, tasbihnya pada setiap sujudnya dan setiap gerak gerinya dirasai dan dihayati sepenuhnya. Tak teringat langsung dengan dunia walaupun sedikit . Tapi namun ia masih tersedar dengan alam sekelilingnya. Pemujaan terhadap Allah dapat dirasai pada gerak dalam sembahyangnya. Inilah golongan yang dinamakan golongan Mukkarrabin (Yang hampir dengan Allah )
Golongan 9.
Golongan ini adalah golongan yang tertinggi dari seluruh golongan tadi. Iaitu bukan saja ibadah sembahyang itu dijiwai didalam sembahyang malahan ia dapat mempengaruhi di luar sembahyang. Kalau ia bermasalah langsung ia sembahyang, kerana ia yakin sembahyang punca penyelesai segala masalah. Ia telah fana dengan sembahyang. Sembahyang telah menjadi penyejuk hatinya. Ini dapat dibuktikan didalam sejarah, seperti sembahyang Saidina Ali ketika panah terpacak dibetisnya. Untuk mencabutnya, ia lakukan sembahyang dulu, maka didalam sembahyang itulah panah itu dicabut. Mereka telah mabuk dengan sembahyang. Makin banyak sembahyang makin lazat, sembahyanglah cara ia nak lepaskan kerinduan dengan tuhannya. Dalam sembahyanglah cara ia nak mengadu-ngadu dengan Tuhannya. Alam sekelilingnya langsuk ia tidak hiraukan. Apa yang nak jadi disekelilingnya langsung tak diambil peduli. Hatinya hanya pada Tuhannya. Golongan inilah yang disebut golongan Siddiqin. Golongan yang benar dan haq.
Setelah kita nilai keseluruhan 9 peringkat sembahyang itu tadi, maka dapatlah kita nilai sembahyang kita di tahap yang mana. Maka ibadah sembahyang yang boleh membangunkan jiwa, membangunkan iman, menjauhkan dari yang buruk boleh mengungkai mazmumah, menanamkan mahmudah, melahirkan disiplin hidup, melahirkan akhlak yang agung ialah golongan 7, 8 dan 9 sahaja. Sembahyangnya ada kualiti, manakala golongan yang lain jatuh pada kufur fasik dan zalim.
Jadi dimanakah tahap sembahyang kita ? Perbaikilah diri kita mulai dari sekarang. Jangan tangguh lagi. Pertama-tama soalan yang akan ditujukan kepada kita di akhirat nanti ialah solat / sembahyang kita. Marilah bersama membaiki solat kita agar segara dapat bantuan dari Allah, agar terhapuslah kezaliman, semoga tertegak kembali daulah Islam.Insya
Allah...
 
Marilah kita berMUHASABAH
Dimanakah solat kita?
Adakah solat yang kita lakukan itu telah menunjukkan kesannya dalam gerakan kita/penglibatan kita/tanggungjawab kita sebagai seorang ahli jemaah?
Moga kita bersama harapkan solat kita itu benar-benar menjadi tiang agama.
Adakah segalanya yang kita lakukan kelmarin...hari ini dan esok hasil kesan solat kita?
Oleh itu bersama-samalah kita saling mengingati antara satu sama lain...

ALLAH S.W.T TIDAK AIBKAN MANUSIA KERANA DOSANYA WALAUPUN DI DEPAN NABI MUSA A.S

Dicatat oleh niza22

Pada zaman Nabi Musa AS, bani Israel ditimpa musim kemarau yang berpanjangan. Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka. Mereka berkata, "Ya Kaliimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami". Maka berangkatlah Musa A.S. bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan penuh debu, haus dan lapar.

Nabi Musa berdoa, "Ilaahi! Asqinaa ghaitsak.. wansyur `alaina rahmatak.. warhamnaa bil athfaal ar rudhdha'.. wal bahaaim ar rutta'.. wal masyaayikh ar rukka'.." Setelah itu langit tetap saja terang benderang, matahari pun bersinar makin menyilau (maksudnya segumpal awan pun tak jua muncul). Kemudian Nabi Musa berdoa lagi, "Ilaahi.. asqinaa"..

Allah pun berfirman kepada Musa, "Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian sedangkan di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat sejak 40 tahun yang lalu. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Kerana dialah, Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian".

Maka Musa pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, "Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun, keluarlah ke hadapan kami, karena engkaulah hujan tak turun". Seorang lelaki menjeling ke kanan dan kiri, maka tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia, saat itu pula ia sedar kalau dirinya yang dimaksud.

Ia berkata dalam hatinya, "Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbuka rahsiaku. Kalau aku tidak berterus terang, maka hujan pun tak akan turun". Maka hatinya pun gundah-gulana, air matanya pun menitis, menyesali perbuatan maksiatnya sambil berkata , "Ya Allah, Aku telah bermaksiat kepadaMu selama 40 tahun, selama itu pula Engkau menutupi aibku. Sungguh sekarang aku bertaubat kepadaMu, maka terimalah taubatku".

Tak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut, maka awan-awan tebal pun muncul, semakin lama semakin tebal menghitam, dan akhirnya turunlah hujan. Musa pun kehairanan, "Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, namun tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia". Allah berfirman, "Aku menurunkan hujan kepada kalian oleh sebab hamba yang kerananya hujan tak turun telah bertaubat kepadaKu".

Musa berkata, "Ya Allah, tunjukkan padaku hamba yang taat itu". Allah berfirman, "Ya Musa, Aku tidak membuka aibnya sewaktu dia masih bermaksiat kepadaKu, apakah Aku perlu membuka aibnya sedangkan dia bertaubat kepadaKu?"

Oh! Islam: Kalaulah bukan kerana Allah menutup aib-aib dari pengetahuan umum atas dosa-dosa yang kita lakukan, pasti keaiban kita sudah lama tersebar. Tapi cuba kita lihat anak muda sekarang, mereka tidak malu dan mereka sendiri menceritakan aib tentang diri sendiri kepada kawan-kawan seolah-olah bangga dengan perbuatan yang dilakukan. Tidak sedarkah mereka bahawa Allah telah menutup aib mereka, tapi mereka sendiri membuka pekung di dada.

TUHANKU

Dicatat oleh niza22

Baiknya Tuhan

Dicatat oleh niza22

~~~RahmatMu~~~

Dicatat oleh niza22

Dalam meniti hidup yang penuh dengan cabaran dan dugaan,sebagaimana manusia perlu sering bersyukur kepada Ilahi.Menghargai apa yang Allah kurniakan pada kita. Membantu pada yang memerlukan, tidak perlu tamak untuk memilikinya.
Ini semua hanya pinjaman dariNya. Tiada yang kekal di dunia fana ini. Yang pasti kita akan kembali menemuiNya. 

Setiap apa yang kita lakukan perlukan keikhlasan yang terbit dari cahaya pancaran hati. Membantu ke arah kebaikkan dan meringankan bebanan orang lain. Bukan membantu pada yang menginginkan kerosakkan pada insan lain. Ingatlah setiap apa
yang dilakukan kejahatan atau kebaikkan walaupun sebesar zarah pasti akan dihitung nanti. Jangan kerana perbuatan yang kita lakukan merupakan perangkap bagi kita terperangkap ke dalam terowong yang penuh dengan kesukaran dan
mendapat kemurkaan Tuhan.

Ya Tuhanku berilah  aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepada ku dan kepada dua ibu bapaku dan untuk mengerjakan amal soleh yang Engkau redhai,dan masukkanlah aku
dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang soleh.(An Naml: 19)

Hukum Makan Dengan Tangan Kiri

Dicatat oleh niza22

Dari Abdullah bin ‘Umar radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ
“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika dia minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan
dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim no. 3764)

Dari ‘Umar bin Abi Salamah radhiallahu anhu dia berkata: Dulu aku adalah anak kecil yang berada di bawah pengasuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika makan, tanganku berpindah-pindah kesana kemari di atas piring. Maka beliau bersabda kepadaku:

يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai nak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang ada di dekatmu.” (HR. Al-Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)

Salamah bin Al-Akwa’ radhiallahu anhu dia berkata:

أَنَّ رَجُلًا أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشِمَالِهِ فَقَالَ كُلْ بِيَمِينِكَ قَالَ لَا أَسْتَطِيعُ قَالَ لَا اسْتَطَعْتَ مَا مَنَعَهُ إِلَّا الْكِبْرُ قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ
“Ada seorang laki-laki yang makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan tangan kirinya. Maka Rasulullah bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Dia menjawab, “Aku tidak bisa.” Beliau bersabda, “Semoga kamu tidak bisa?” -padahal tidak ada yang mencegah dia makan dengan tangan kanan kecuali karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa dia angkat sampai ke mulutnya.” (HR. Muslim no. 2021)

Penjelasan ringkas:

Dalil-dalil di atas tegas menunjukkan haramnya makan dengan tangan kiri dari beberapa sisi:
1.Perintah untuk makan dengan tangan kanan, dan hukum asal perintah adalah wajib. Bahkan dalam hadits riwayat Ahmad no. 16756 disebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada seorang wanita:

لَا تَأْكُلِي بِشِمَالِكِ وَقَدْ جَعَلَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَكِ يَمِينًا
“Janganlah kamu makan dengan tangan kirimu, padahal Allah Tabaraka wa Ta’ala telah menciptakan tangan kanan untukmu.”(Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Jilbab Al-Mar`ah Al-Muslimah no. 71)

2.Makan dengan tangan kiri menyerupai setan, dan sudah dimaklumi seorang muslim diharamkan untuk menyerupai orang kafir, apalagi setan.

3.Nabi shallallahu alaihi wasallam mendoakan kejelekan kepada orang yang makan dengan tangan kirinya. Seandainya hukumnya bukan haram, tidak mungkin beliau shallallahu alaihi wasallam mendoakan kejelekan atasnya.

Karenanya, pendapat haramnya makan dengan tangan kiri adalah pendapat yang dikuatkan oleh sejumlah ulama di antaranya: Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (11/113), Ibnu Al-Qayyim dalam Zaad Al-Ma’ad (2/405), Asy-Syaukani dalam Nail Al-Authar (8/167), Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fath Al-Bari (9/522), dan beliau menukil dari bahwa Imam Asy-Syafi’i menegaskan dalam Al-Umm dan Ar-Risalah akan haramnya.

Termasuk makan dengan tangan kiri adalah meletakkan bejana di atas telapak tangan kiri atau menggenggamnya dengan tangan kiri lalu tangan kanan sekedar dilengketkan ke bejana tersebut. Ini adalah perbuatan makan/minum dengan tangan kiri, dengan bukti bahwa jika tangan kirinya dilepas dari bejana maka bejana itu akan jatuh.

Adapun makan dengan dua tangan maka selama hal itu tidak diperlukan maka hal itu tidak diperbolehkan. Jika memang diperlukan (misalnya makanannya panas dan tidak bisa dipegang dengan satu tangan) maka insya Allah tidak mengapa makan dengan dua tangan sebagaimana yang dikatakan oleh Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin rahimahullah.

KEHEBATAN SURAH AL-IKHLAS

Dicatat oleh niza22

"Au zubillah hi mina shsyaitan nirrajim...bismillahirrahmannirrahim"

Tafsirannya:
Aku berlindung dengan Allah daripada syaitan yang direjam,Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.

Bacalah ayat ini sebelum anda memulakan apa-apa saja kerja kerana dengan bacaan ini akan keluarlah iblis dan syaitan yang berada didalam tubuh kita dan juga di
sekeliling kita,mereka akan berlari keluar umpama cacing kepanasan.Sebelum anda masuk rumah,bacalah ayat di atas,kemudian bacalah surah Al-Ikhlas (iaitu ayat:
Qulhuwallahu ahad.Allahussamad.Lamyalid walam yu-lad.Walam yakul lahu kufuwan ahad) sebanyak 3 kali.

Masuklah rumah dengan kaki kanan dan dengan membaca bismillah..
Berilah salam kepada anggota rumah dan sekiranya tiada orang di rumah berilah salam kerana malaikat rumah akan menyahut. Amalkanlah bersolat kerana salam pertama (ianya wajib) yang diucapkan pada akhir solat akan membantu kita menjawab
persoalan kubur.  

Apabila malaikat memberi salam, seorang yang jarang bersolat akan sukar menjawab salam tersebut.Tetapi bagi mereka yang kerap bersolat, amalan daripada salam yang diucap di akhir solat akan menolongnya menjawab salam malaikat itu.

Diriwayatkan oleh Iman Bukhari sabda Nabi Muhammad s.a.w:
"Barang siapa membaca Qul huwa"llahu ahad 100,000 kali maka sesungguhnya ia telah menebus dirinya dari Allah, maka menyeru yang menyeru dari pihak Allah di langit dan di bumi.Kusaksikan bahwa sifulan itu telah menjadi pemendekaan Allah sesungguhnya ia adalah pemerdekaan dari sisi Allah,Sesungguhnya ia adalah pemerdekaan dari
neraka".Inilah yang dinamakan membaca Qulhua"llah ahad satu hatam yaitu 100,000 kali dengan diwiridkan seberapa ribu kesanggupan kita sehari.

Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud:  
Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka dia tidak akan membusuk di dalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan  kuburnya dan para malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian siratul mustaqim lalu menuju ke syurga. (Demikian diterangkan dalam Tadzikaratul Qurthuby).  

Rasulullah SAW pernah bertanya sebuah teka-teki kepada umatnya Siapakah antara
Kamu yang dapat khatam Qur'an dalam jangkamasa dua-tiga minit? Tiada seorang
dari sahabatnya yang menjawab. Malah Saiyidina Ummar telah mengatakan bahawa ianya mustahil untuk mengatam Qur'an dalam begitu cepat.Kemudiannya Saiyyidina Ali mengangkat tangannya.Saiyidina Ummar bersuara kepada Saiyidina Ali bahawa Saiyidina Ali (yang sedang kecil pada waktu itu) tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Lantas Saiyidina Ali membaca surah Al-Ikhlas tiga kali. Rasulullah SAW menjawab
dengan mengatakan bahawa Saiyidina Ali betul. Membaca surah Al-Ikhlas sekali ganjarannya sama dengan membaca 10 jus kitab Al-Quran. Lalu dengan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali qatamlah Quran kerana ianya sama dengan membaca 30 jus Al-Quran.

Berkata Ibnu Abbas r.a. bahawa Rasulullah SAW telah bersabda:  
Ketika saya (Rasulullah SAW) israk ke langit, maka saya telah melihat Arasy di atas 360,000 sendi dan jarak jauh antara satu sendi ke satu sendi ialah 300,000 tahun perjalanan.

Pada tiap-tiap sendi itu terdapat padangsahara sebanyak 12,000 dan luasnya setiap satu padang sahara itu seluas dari timur hingga ke barat. Pada setiap padang sahara itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca surah Al-Ikhlas.

Setelah mereka selesai membaca surah tersebut maka berkata mereka: Wahai Tuhan kami,sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini kami berikan kepada orang yang membaca surah Al-Ikhlas baik ianya lelaki mahupun perempuan.

Sabda Rasulullah SAW lagi:

Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, sesungguhnya Qul Huwallahu Ahadu itu tertulis di
sayap malaikat Jibrail a.s, Allahhus Somad itu tertulis di sayap malaikat Mikail a.s,
Lamyalid walam yuulad tertulis pada sayap malaikat Izrail a.s, Walam yakullahu kufuwan ahadu tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s.

Siapa membaca surah Fatihah, al-ikhlas, al-falaq, dan an-annas setiap satu sebanyak 7 kali selepas solat jumaat, nescaya terpelihara dari perkara keji dan segala bala hinggalah ke jumaat yang berikutnya.

Jika dibaca 3 surah ini al-ikhlas, al-falaq and an-nass pagi dan petang nescaya tidak
mengalami apa-apa kesusahan.

Gambaran Hari Qiamat

Dicatat oleh niza22

Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.
 

Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya "Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?" Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya "Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa." Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.
 

Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.
 

Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut "Ajbuz Zanbi" yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.
 

Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.
 

Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.
 

Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.
 

Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.
 

Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.
 

Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.
 

Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah:
 

- Pemimpin yang adil.
 

- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.
 

- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.
 

- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
 

- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata "Aku takut pada Allah".
 

- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).
 

- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.
 

 
Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara "pergilah berjumpa dengan para Nabi". Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah SWT. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.
 

Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad SAW ke hadrat Allah SWT. Lalu diperkenankan doa baginda.
 

Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga 'Arasy itu tiba dibumi.
 

'Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.
 

Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari 'Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.
 

Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & 'Atid / Kiraman Katibin.
 

Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.
 

Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.
 

Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.
 

Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.
 

Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.
 

Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.
 

Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.
 

Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.
 

Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat :
 

- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.
 

- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.
 

- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.
 

(Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah SWT.)
 
Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.
 

Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.
 

Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.
 

Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.
 

 
Rujukan: Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al- Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.

 
 
 
Jika sekiranya kalian ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sepertimana sabda Rasulullah SAW: Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :
Sedekah/amal jariahnya.
Doa anak²nya yang soleh.
Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain.