Layakkah Kita Masuk Syurga?

Dicatat oleh niza22

"Anakku, tahukah kamu, dengan apa kamu akan dimasukkan ke dalam syurga dan dengan apa kamu dijauhkan dari neraka?".

Guru melemparkan persoalan sulungnya dalam munaqasyah hari itu. Ribuan ulama yang hadir di kala itu dan mereka sedang bermuhasabah sesama mereka. Guru mengambil kesempatan untuk melihat sejauh manakah ketajaman makrifat saya kini.

Saya menjawab, "Dengan erti taqwa yang saya sembahkan kepada Allah, saya akan dimasukkan ke dalam syurga. Dan dengan erti khauf saya dijauhkan dari sambaran api neraka, guru," saya menjawab dengan penuh keyakinan.

Guru menepuk bahu saya sambil menggeleng kepala. Ia bererti, jawapan saya salah. Zun Nun al-Misri datang dari belakang seraya berkata, "Nampaknya, makrifat anak muda ini masih lemah. Ia menyangka ia memberi kepada Allah. Walhal ibadat yang ia lakukan bukanlah untuk Allah. Taqwanya bukanlah memberikan kebaikan kepada Allah," saya tidak faham apa yang dimaksudkan.

Guru kelihatan menyalami tangan Zun Nun al-Misri sambil menciumnya. Saya menuruti perbuatan guru. "Anakku, ingat pesan aku. Ibadah yang kamu lakukan sebenarnya hanya untuk dirimu. Taqwa itu hanya untuk dirimu. Khauf dan raja' itu juga untuk dirimu. Bukan untuk Allah," ucapan al-Misri menggoncangkan jiwa saya.

Guru tersenyum. Al-Misri meneruskan bicaranya, "Ajarilah muridmu ini, bahawa dakwah juga tidak mampu mengubah manusia. Usrah dan tarbiah juga tidak mampu memberikan apa-apa untuk Islam. Yang menjaga hati manusia dan membersihkannya hanyalah Allah. Kita hanya alat," ujar al-Misri kemudiannya meninggalkan kami.

Saya kekeliruan. "Guru, telusnya, saya tidak memahami ungkapan al-Misri. Guru menarik saya merapatinya. Sambil guru berbisik, « Anakku, apakah layak taqwa kita yang cetek ini untuk memasukkan kita ke dalam syurgaNya yang seluas langit dan bumi? Apakah mampu ketakutan yang kita sembahkan kepada Allah memadamkan neraka ?"

Saya terkedu. Teringat satu kalam Allah yang berbentuk ancaman. "Hari yang mana Kami bertanya kepada Jahannam, masihkah ada ruang kosong? Jahannam bertanya balik, "Apakah masih ada manusia yang ingin dilemparkan ke dalamku."

Neraka ini tempat kotoran. Guru membuat tamsilan. Seolah-olah engkau merapatkan hidungmu ke dalam mangkuk tandas dan menjilat serta menggigit najisnya. Aduh, loya saya mendengarnya.

Seolah-olah, ambil tahi yang kotor dan dilumurkan ke muka engkau. Sanggupkah?

Bahkan neraka jauh lebih teruk berbanding itu. Guru bertanya lagi, "Anakku, sudahkah kamu bersedia menghadapi kehidupan selepas kematian? Sudahkah kamu mendidik adik-adik usrahmu agar bersedia menghadapi saat-saat itu? Saat yang mana tiada guna kelantangan suara kamu menentang kezaliman sedangkan hati kamu kotor.

"Saat yang mana tiada guna perjuangan kamu jika jiwa kamu penuh dengan daki-daki maksiat. Saat itu adalah saat untuk orang yang berhati bersih."

Sebagaimana firman Allah. Yang berhati bersih itu adalah yang takut kepada Allah ketika ia sendirian.

Guru bertanya lagi. "Apakah kamu pernah menitiskan air mata? Atau kamu hanya banyak ketawa. Anakku, sesungguhnya Allah menyeru agar sedikitkan ketawa dan banyakkan menangis. Hati yang gelap itu mudah menerima kotoran maksiat. Bermakna hati kamu jika tidak dibersihkan, adalah ibarat tandas yang penuh dengan limpahan tahi."

Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut

Dicatat oleh niza22

"Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri". (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur'an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun
kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang
yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke
tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji
apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam
hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik
benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang
canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun
kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka
memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah",
dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini
(datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya
(datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang
munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-
Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka
sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan
dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang
nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS
al-Jumu'ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang
Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa
yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui
(dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang
pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau
dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang
apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan
tusukan tiga ratus pedang" (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : "Kematian yang paling ringan ibarat sebatang
pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang
pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera
yang tersobek ?" (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka'b al-Ahbar berpendapat : "Sakaratul maut ibarat sebatang pohon
berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki
menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa
semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang
tersisa".

Imam Ghozali berpendapat : "Rasa sakit yang dirasakan selama
sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh
sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-
tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian,
dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki".

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani
Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT
agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka
bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui
suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul
dari salah satu kuburan. "Wahai manusia !", kata pria tersebut. "Apa
yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami
kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum
juga hilang dariku."

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap
orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan
waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian
seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi)
Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi
negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6
bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti
dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai
macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan
atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan
mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses
pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana
Allah. Wallahu a'lam bis shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang
keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika
mencabut nyawa orang zhalim.. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran
perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam,
rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu
dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari
mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan
tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan
memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang
pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya,
padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah
menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita,
menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak
tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan
dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja
yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan
memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita
melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi
bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang
zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para
malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah
nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat
menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan)
yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap
ayat-ayat-Nya. (QS Al-An'am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan
berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri
(sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu
kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu
neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat
orang-orang yang menyombongkan diri itu.. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya
wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat
akan berkata, "Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik,
engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah
perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan
burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah
tidak memberimu balasan yang baik ! " Ketika itulah orang yang
sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah
hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah
saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di
akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tak seorangpun diantara
kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan
tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau
di neraka".
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang
zhalim di neraka, "Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak,
bersiaplah engkau merasakan siksa neraka". Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat
rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan
menyebarkan wangi yang sangat harum..

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah
diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan)
kebaikan".. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat
(pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih
baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu)
surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-
sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka
kehendaki.. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang
bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh
para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum,
masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu
kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan
surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata
padanya, "Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak,
bergembiralah dalam masa-masa menunggumu".

Wallahu a'lam bish-shawab.
 

Dicatat oleh niza22



Nasihat Kehidupan

Dicatat oleh niza22

1. KETIKA MENCARI CALON
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis,
tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu,
tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa'kan anda,
kerana anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI kerana menyia-nyiakan do'a mereka.

5. KETIKA MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah.
Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sedarilah bahawa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga,
tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA GOYANG
Jangan saling berlepas tangan,
tapi sebaliknya justeru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda,
tetapi cintailah isteri atau suami anda 100%
dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA MERUDUM
Yakinlah bahawa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus
dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11.KETIKA EKONOMI BERKEMBANG
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri memerlukan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemalai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan
semua pekerjaan.

14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahawa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak,kerana orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak ....

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahawa tidak ada seorang anakpun yang tidak mahu bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami, isteri sebagai ubat.

17.KETIKA INGIN AMAN DAN HARMONIS

Gunakanlah formula 7 K
1 Ketaqwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran


" wahai tuhan ku, aku tak layak kesyurgamu ...namun tak pula aku sanggup keNerakamu.. .......,kami lah hamba yang mengharap belas darimu .........Ya Allah jadikan lah kami hamba2 mu yang bertaqwa.... ..ampunkan dosa2 kami, kedua ibubapa kami, dosa semua umat2 islam yang masih hidup mahupun yang telah meninggal dunia.

SINAR CAHAYA AYAT KURSI

Dicatat oleh niza22

Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yang duduk di atas
pintu rumah. Tugasnya ialah untuk menanam keraguan di hati suami
terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan di hati isteri terhadap
kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah
sehingga Baginda mendengar jawaban salam dari isterinya. Di saat itu syaitan akan
lari bersama-sama dengan salam itu.

Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:
1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya,
Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu,
dia akan berada dalam lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, dia
akan masuk syurga dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur,
Allah SWT akan memelihara rumahnya dan rumah-rumah disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap solat fardhu,
Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur,
setiap perbuatan orang yang benar, pahala nabi2, serta Allah melimpahkan
rahmat padanya.

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka
Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua
memohon keampunan dan mendoakan baginya.

6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang, Allah SWT
akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang
yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan
nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda,
"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."

"Utamakan SELAMAT dan SIHAT untuk Dunia-mu, utamakan SOLAT dan ZAKAT
untuk Akhirat-mu"

Subhanallah. ..